44 wanita sudah ku nikahi tapi maseh..



Metrogaya- “Luar biasa !” Kalimat pendek ini yang bisa terlontar saat mengetahui apa yang telah dijalani seorang lelaki asal Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat ini. Wajarnya seorang lelaki , punya 1 istri. Jika memiliki 2 istri biasanya kewalahan, apalagi lebih dari itu. Tentunya yang repot dalam hal pemenuhan kebutuhan lahiriah maupun batiniah.

Tetapi Juaini Rahman alias Jon, seolah tidak termasuk dalam golongan orang merasa repot atau kewalahan dengan beristri lebih dari satu. Meski tidak memiliki pekerjaan dan penghasilan tetap, pria ‘’perkasa’’ yang kini berdomisili di Praya, Lombok Tengah, telah menikahi 44 wanita. Dan, yang langka terjadi jika lelaki memiliki istri lebih satu jarang bisa berkumpul dalam satu rumah. Namun Jon bisa mengatasi hidup bersama empat istrinya dalam satu rumah.

Nama Jon cukup populis di kalangan sebagian laki-laki penganut poligami di Praya dan sekitarnya. Andai mau menemuinya, tinggal tanya orang di lingkungan Srigangge, Kelurahan Tiwu Galih, Praya bakal ditunjukkan dimana si Jon ini tinggal. Tepatnya, di sebelah barat BTN Bonter, belakang RSUD Praya. Hanya sekitar 15 meter sebelah utara pinggir jalan.

‘’Saya sudah menikah 44 kali. Dan, saya punya target menikah sebanyak 100 kali,’’ aku Jon diawal bicara dengan wajah serius.

Dari puluhan wanita yang telah dipersunting itu, Jon hanya pernah mendapat janda dua kali (dua orang). Itupun janda yang tidak memiliki anak dari suami sebelumnya. Selebihnya, wanita yang dinikahi masih gadis alias belum pernah menikah.

Selama ini, Jon memiliki kebiasaan mengoleksi empat istri sekaligus dalam sebuah rumah. Sebuah kondisi yang sulit bahkan sangat tidak mungkin dilakukan oleh kaum pria pada umumnya. Namun baginya, itu sesuatu yang biasa. Sebaliknya, ia akan merasa janggal jika tidak memiliki empat istri.

‘’Sekarang saya belum tenang karena istri tinggal tiga,’’ tuturnya. ‘’Yang satu sudah saya ceraikan belum lama ini. Saya akan menikah lagi,’’ sambung Jon.

Tiga wanita yang masih menjadi istrinya adalah Radiah, Hilmiah, dan Mahyun. Ia menikahi Radiah pada 1980. Radiah merupakan wanita terlama yang dipertahankan. Dari wanita asal Seganteng ini, Jon memperoleh 10 putra dan putri.

Sedangkan Hilmiah, dinikahinya sejak 13 tahun. Sementara Mahyun baru dinikahi 1,5 tahun silam dan belum memiliki anak karena sempat keguguran.

Ke-44 wanita yang pernah dipersunting Jon, mereka berasal dari berbagai daerah. Ia memastikan diri untuk menikahi wanita di setiap pulau yang pernah didatangi. Saat merantau ke dataran Jawa, ia menikahi wanita suku Jawa sebanyak 11 kali. Di Dumai 3 kali. Dan, dua wanita di Pulau Kalimantan.

Dari puluhan wanita yang ia nikahi itu, Jon telah dikarunia sekitar 58 anak. 28 di antaranya masih hidup hingga saat ini. Selebihnya telah meninggal dunia. Dan, dari puluhan anaknya itu, 15 di antaranya menetap bersama Jon. Sedangkan yang lain tinggal bersama ibunya masing-masing.

Wanita pertama yang mendapat keperjakaan Jon adalah Siti Aisyah. Seorang perempuan dari Aikmel, Lombok Timur. Jon menikahinya pada tahun 1976.

Apa yang membuatnya mampu menundukkan hati puluhan wanita itu?

Mendengar pertanyaan itu, tanpa ragu dan sungkan Jon membeberkan rahasianya. Mudahnya dia mendapat perempuan yang ingin ia nikahi tidak lepas dari pengaruh ilmu (semacam pelet) yang ia miliki. Ilmu tersebut diperoleh dengan cara bertapa di salah satu kuburan pada tahun 1974. Sejak itu, ia begitu mudah mendapatkan wanita mana saja yang diinginkan.

Pelet milik Jon dipergunakan dengan berbagai cara. Tergantung rumusan nama sang wanita yang dibidik. Bisa melalui azan, pandangan mata, rokok, dan bisa juga dengan cara-cara lainnya. ‘’Tergantung rumusan namanya,’’ tegasnya.

Karena ilmunya itu pula, Jon tidak pernah pusing memikirkan biaya pernikahan. Ia cukup menyediakan uang sekitar Rp 300 sampai Rp 500 ribu untuk biaya surat pernikahan saja. Wanita yang dinikahi tidak meminta mahar tinggi karena sudah lupa diri dan pasrah. ‘’Malah saya yang dibayar,’’ akunya.

Di balik kegemarannya mengoleksi empat istri, Jon sebenarnya berasal dari keluarga yang pas-pasan. Rumahnya saja masih menyatu dengan orang tua. Tempat tinggal Jon, terdiri dari satu ruang tidur dan satu kamar tamu yang sekaligus berfungsi sebagai dapur. Di tempat itulah, Jon tinggal bersama ketiga istri dan belasan anaknya saat ini.

Meski dengan kondisi yang pas-pasan, semua istrinya tetap akur. Mereka tidak pernah terlibat pertengkaran satu sama lain.

Terkadang Jon yang nakal dan agak tega-an. Dia sengaja membuat gara-gara jika sudah bosan dengan salah satu istrinya. Dan, itu akan menjadi alasan baginya untuk menceraikan istri yang sudah tidak ingin dipeliharanya.

Pada suatu ketika, cerita Jon, dirinya sengaja menaruh uang di tempat terbuka di dalam rumah. Jebakan Jon berhasil karena salah satu istrinya mengambil uang yang ia taruh. Hal itu kemudian menjadi alasan untuk menceraikan salah satu istrinya yang mengambil uang.

Untuk menghidupi keluaga besarnya, Jon melakukan pekerjaan serabutan.

Belakangan ini ia tekun mengais rezeki melalui tambang emas. Sebelumnya, ia bekerja sebagai nelayan air tawar. Karena ekonomi yang pas-pasan, pendidikan belasan anaknya tidak terurus. Jika begini keadaan, kenapa harus sering kawin-cerai dan punya banyak anak?

Pria berambut ikal tersebut menjawab enteng, ‘’Menjalankan sunnah Rasul. Saya bisa berbuat adil dan tidak pernah mengoleksi lebih dari empat orang,’’ tuturnya. Untuk saat ini yang diinginkannya, selain menikah lagi, berharap memiliki anak sebanyak-banyaknya hingga dirasakan genap menjadi seorang muslim.(yc/sumbawanews)

About Sifuli

Bicara tentang makan minum, tidur baring, dan beranak pinak yang membina adat resam untuk kehidupan rohani, jasmani, jiwa dan raga. Diantara weblog Sifuli yang popular adalah seperti berikut: Dukun Asmara bicara tentang beranak pinak. Hipnotis Sifuli bicara tentang tidur baring. Jalan Akhirat bicara tentang adat resam (agama) Doa Ayat dan Zikir untuk rohani jasmani jiwa dan raga. Jika tak suka sekali pun janganlah tinggalkan komentar yang keterlaluan. Kerana segalanya adalah sekadar ilmu pengetahuan. Wasalam.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s