Jual gadis mentah



SURABAYA – Lena bersikeras menentang tuduhan polisi. Perempuan 35 tahun, warga Jalan Undaan, itu Senin lalu (2/3) tertangkap basah “menjual” gadis di bawah umur untuk melayani nafsu lelaki hidung belang. Ancaman hukuman penjara lima tahun menunggu ibu satu anak tersebut.

Lena sebenarnya seorang perias salon kecantikan di Jalan Manyar. Rezeki itu dirasa belum cukup sehingga dia nyambi jadi mucikari. Senin sore lalu, Lena mengantar Kia (nama samaran) ke kamar hotel di Jalan Mayjen Sungkono. Di sana sudah menunggu seorang lelaki yang telah mem-booking gadis berusia 15 tahun tersebut.

“Transaksinya, Lena menjual korban Rp 250 ribu sampai Rp 500 ribu,” kata Kapolres Surabaya Selatan AKBP Lakoni. Dari nilai transaksi itu, Lena biasanya menerima komisi Rp 50 ribu hingga Rp 150 ribu. Lelaki pemesan tersebut, ternyata, polisi yang menyamar. Lena pun dibekuk dan dijebloskan ke tahanan Mapolres Selatan. Tuduhannya perdagangan manusia (trafficking). Polisi menemukan uang Rp 650 dari tangan perempuan itu.

Kepada polisi, Kia dengan polos mengaku sudah 15 kali “dijual”. Bahkan, Lena masih punya seorang lagi gadis yang siap diperdagangkan ke lelaki dewasa. Sebut saja Cici, 21, warga Jalan Putat Jaya Timur. Mereka kerap memuaskan lelaki hidung belang di hotel-hotel kawasan pinggiran Surabaya.

Dalam setiap transaksi, Lena yang bernegosiasi. Dia juga menerima uang muka tanda jadi dari lelaki pemesan itu. Setelah tempat dan waktu disepakati, Lena kemudian mengantar Kia maupun Cici ke kamar hotel. Begitu seterusnya.

Lena tak begitu saja mengakui salah. Dia mengatakan kenal Kia sejak setahun lalu dari seorang teman. Kia adalah anak putus sekolah yang baru tiba dari NTT. Saat gadis ingusan itu minta pekerjaan, Lena pun menjualnya kepada pria hidung belang.

“Saya terpaksa, Pak. Harus ngurus anak karena ditinggal suami,” tuturnya. Namun, polisi tetap memenjarakan perempuan yang pernah tiga tahun jadi TKW di Arab Saudi tersebut.

Sementara itu, Kia dan Kiki diselamatkan dari keterjerumusan mereka di lembah hitam. “Korban sekarang sudah kami titipkan di salah satu LSM perlindungan anak,” terang AKBP Lakoni.

Polisi, lanjut dia, tidak berhenti sampai di situ. Penyelidikan terus dikembangkan untuk membongkar kemungkinan adanya jaringan penjualan perempuan, terutama gadis-gadis di bawah umur. “Saya yakin bukan hanya Lena. Kami akan menindak siapa pun yang terlibat,” tegasnya.

Akibat perbuatannya itu, Lena terancam hukuman berat, 3 hingga 5 tahun. Dia dijerat UU RI No 21 Tahun 2007 tentang Penghapusan Tindak Pidana Perdagangan Orang. Lena juga dikenai UU RI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

About Sifuli

Bicara tentang makan minum, tidur baring, dan beranak pinak yang membina adat resam untuk kehidupan rohani, jasmani, jiwa dan raga. Diantara weblog Sifuli yang popular adalah seperti berikut: Dukun Asmara bicara tentang beranak pinak. Hipnotis Sifuli bicara tentang tidur baring. Jalan Akhirat bicara tentang adat resam (agama) Doa Ayat dan Zikir untuk rohani jasmani jiwa dan raga. Jika tak suka sekali pun janganlah tinggalkan komentar yang keterlaluan. Kerana segalanya adalah sekadar ilmu pengetahuan. Wasalam.
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s